BLarey
conscience….


I realized when I said about love, I don’t understand the real
I know I don’t deserve to you
I stand in front of the mirror
I ask with myself whether I deserve to stand beside you?
I saw her, she would have everything as a Muslim woman
she future wife’s good for you
and me? I just hope you’re get happiness with her….

Maybe its like a zombie
Its seemed like human being
But its die actually…

Maybe its like a zombie

Its seemed like human being

But its die actually…

we look with our eyes
Listen with our ears
But sometimes its seemed unreal
Do you ever look and listen with your heart???

we look with our eyes

Listen with our ears

But sometimes its seemed unreal

Do you ever look and listen with your heart???

Untuk menjalani hari ini dan masa depan bersama orang yang di sayang tidaklah harus memperdulikan masa lalunya. Namun terkadang tidak semua masa lalu dapat diterima dengan sebuah keikhlasan. untuk itu buatlah sesuatu hal dengan berharap ridha-Nya mulai saat ini, agar masa depan penuh kebahagiaan bukanlah penyesalan
a story of this morning

just wanna tell a story of this morning when i did my activity

Kulihat seorang ibu menggendong anaknya yang menangis meronta kesakitan. Di timangnya si anak dengan penuh kasih sayang. Namun tangisan si anak tak kunjung terhenti. Kemana sang Ayah?? sang Ayah hanya duduk diam menunggu panggilan antrian. Jangankan untuk mendiamkan anaknya, menoleh ke arah si anakpun seakan kepalanya terkunci untuk menoleh kebelakang. Sampai antrian usai si ayah baru beranjak dari tempatnya, namun tetap menatap lurus kedepan tanpa melihat sang ibu dan buah hatinya. Sang ibu mengikutinya dengan pilu….

a sad day

just wanna tell something that happened on yesterday, oke kemarin terbilang sangat menyedihkan bwt rakyat aceh, dmn gempa dg kekuatan 8,5 SR terjadi. Awalnya dapet kabar status Aceh di katakan “Awas” namun potensi tsunami akhirnya di cabut oleh BMKG. Dikatakan menyedihkan krn rakyat aceh sangat2 panik. Gak bs dipungkiri rasa traumatis 7 taun silam gak bs di kontrol. So, sepanjang jalanan kota di banjiri oleh warga yang berlarian n bw kendaraan. Kecelakaan bahkan ada yg terjadi. Oh God!! don’t be panic!!! tapi tetep aja aq panic. Alhasil aq juga ikut2an panik. Mana hari pertama shift sore PKL di Apotek, lagi racik obat gempa terjadi. Pasien2 pada bubar n karyawan pada pulang. God i’m alone here. Gak tw mau ngapain cm bisa istighfar aja„, jauh dr keluarga. Rasanya pengen ngilang aja ke kampung halaman deket sama keluarga. So, akhirnya aq ikutan apa yang org laen lakuin. Idupin motor, ngegas kenceng2 tapi tetep hati2„, Singgah kerumah ambil ijazah sama laptop trus kabur ke sibreh tempat temen… Yg anehnya sih begitu abis gempa susuLan di langi bertaburan bintang2 yang indah banget. Mungkin ini rahasia ilahi. Ya Allah semoga kejadian kemarin gak terulang lagi n ada hikmah di balik kejadian ini, Amiin….

jika aku menjadi karyawan industri

okok, x ini pengen ngeshare kejadian td pagi sewaktu PKL di industri Kimia Farma Plant Medan. Si ibuk karyawan di situ nanyak ke qmi2 yg lagi bantu karyawan di situ, cape sih.. Tp mw gmn lagi??? si ibu nanyak: “Nak, mana enak kerja ato kuliah??” serentak qmi ngejawab “kuliahh buk??” Well, aq baru sadar selama ini aq ngeluh masalah kuliah, ternyata lingkungan kerja itu sangat2 melelahkan(˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)

dari coretan ini aq mw berpuisi ah… Judulnya: “jika aku menjadi karyawan industri”

jika aku karyawan industri,

aku pergi pagi2 supaya sempat mandi

jika aku karyawan industri

aku harus sarapan pagi agar banyak energi

jika aku karyawan industri

banyak kerjaan menanti

jika aku karyawan industri

tidak ada waktu menghias diri

jika aku karyawan industri

pulang2 pasti berdaki n bau keti

untuk itu aku tak mau jadi karyawan industri

tapi kalo punya suami direktur industri,

aku gak akan nolak mami(っ ̄³ ̄)っ ~♡

Sebuah Negeri di Dasar Laut

Cerpen yang satu ini merupakan satu2 cerpen fiksi yang pernah aq tulis selama aq idop di dunia ini. Tapi sayang gagal untuk di kirimkan ke perlombaan kastil fantasi taon lalu karena satu dan lain hal. Tapi tak apaLah semoga di lain kesempatan bisa ikut. Amin„,

Let’s check it out!!


Di saat matahari seakan ingin terbenam, sesosok lelaki berkulit sawo matang masih saja berjalan mengitari pantai. Tampak pancaran kekecewaan di wajah lelaki itu. Pertemuan dengan keluarga Attifah siang tadi masih terngiang-ngiang di benaknya. Dia baru sadar ternyata untuk menjalin hubungan tidak hanya mengandalkan cinta dan kasih sayang, tetapi harus di sertai materi. Untuk ukuran lelaki miskin seperti Lesmana, persyaratan keluarga Attifah sangatlah berat. Bayangkan saja darimana ia harus mendapatkan uang untuk membeli sebuah cincin permata yang di pinta oleh ayah Attifah? Bukannya ia tidak ingin membelikan cincin untuk wanita yang di cintainya, tapi sebagai nelayan yang hidupnya serba kekurangan Lesmana belum mampu.

Angin bertiup lebih kencang, petang tergantikan oleh malam. Lesmana tidak sanggup berpikir lebih keras, pastinya Tuhan akan memberikan pertolongan kepadanya.

***

            Negeri Greysha hari ini tampak cerah. Sebuah negeri yang berada jauh di dasar lautan. Penghuni Greysha adalah Alvrunia  dan Alvrunius. Alvrunia merupakan sebutan untuk seorang wanita Greysha, sedangkan Alvrunius merupakan sebutan untuk lelaki Greysha. Penghuni Greysha bukan seperti ikan atau hewan yang umumnya hidup di lautan, mereka lebih mirip seperti manusia. Walaupun tidak seperti manusia seutuhnya. Tubuh Alvrunia dan Alvrunius menyerupai manusia, hanya saja telapak kaki mereka seperti katak. Hal ini di karenakan mereka berenang seperti katak. Rambut Alvrunia berwarna pirang, sedangkan rambut Alvrunius berwarna merah kecoklatan. Sedangkan kedua bola mata mereka umumnya berwarna hijau daun.

            Pagi yang cerah ini, taman Flownia di kerumuni oleh Alvrunia dan Alvrunius. Taman Flownia merupakan taman bunga yang paling indah di negri Greysha. Tampak lima Alvrunia yang cantik mengunjungi taman Flownia. Rosmery dan teman-temannya sangat menikmati keindahan taman Flownia. Mereka berenang dengan riang mengitari taman Flownia sambil memakan buah Efra. Buah Efra menyerupai buah pir, hanya saja Efra berwarna ungu. Rasanya manis. Tetapi apabila di makan terlalu banyak akan memabukkan. Rosmery memakan buah Efra terlalu banyak sehingga kepalanya berputar-putar. Dia berenang tanpa arah dan tujuan, teman-teman Rosmery kesulitan menangkapnya di tambah dengan makin banyaknya Alvrunia dan Alvrunius yang berdatangan ke taman Flownia.

Gulita menyelimuti taman flownia. Pengunjung satu persatu meninggalkan taman indah itu. Rosmery menghilang di telan kegelapan. Tanpa di sadari ia sudah tertidur pulas di bawah pohon Morta. Pohon yang menghasilkan bunga indah dan harum. Keharuman bunganya bisa membius dan menenangkan jiwa. Masyarakat  Greysha mempercayai pohon Morta merupakan jelmaan dari dewi Ramor. Seorang dewi yang baik hati dan mulia, namun terkena kutukan akibat perselingkuhannya. Konon bunga dari pohon Morta adalah air mata penyesalan dewi Ramor. Masyarakat Greysha percaya apabila mereka menghirup bunga dari pohon Morta, mereka akan mendapat sebuah kutukan.

Rosmery tersadar dan terkejut melihat seluruh tubuhnya di penuhi oleh bunga Morta yang berguguran. Keringat dingin bercucuran dari tubuhnya. Nafasnya sesak. Tubuhnya terdorong keatas dengan sangat cepat tanpa sanggup ia hentikan. Telapak kakinya perlahan-lahan berubah menjadi ruas-ruas yang terdiri dari lima bagian. Rasa sakit yang berasal dari telapak kakinya sangat sulit di tahan. Ingin ia berteriak, namun suaranya tidak dapat keluar. Nafas Rosmery semakin sesak. Ia merasakan tubuhnya bukan seperti tubuhnya yang semula. Kecepatan dorongan tubuhnya keatas akhirnya berkurang, nafasnya kian normal. Namun tubuhnya telah terhempas ke pasir putih dengan sebuah cahaya yang menyilaukan. Di dekat pasir tersebut terdapat pohon-pohon yang tidak di kenalnya. Rosmery tersadar kalau dia tidak lagi berada di Greysha. Di tangannya tergenggam sekelopak bunga Morta. Di kelopak tersebut terdapat sebuah tulisan yang harus di jalankannya.

***

Lesmana memulai rutinitasnya sebagai nelayan. Ia sadar dirinya harus bekerja keras demi memenuhi permintaan orang tua Attifah. Tapi kali ini ia sedikit terlambat untuk melaut, hal ini di karenakan dirinya berpikir Sangat keras semalam, alhasil ia terlambat bangun pagi.

Perjalanan Lesmana ke pantai tidak terlalu lama karena tempat tinggalnya lumayan dekat dengan pantai. Perahu yang biasa di pakai lesmana untuk melaut tidak telalu besar, namun lumayan kuat untuk mengimbangi angin laut yang kencang. Di dorongnya perahu tersebut kearah lautan. Namun, ada yang aneh dengan perahunya. Perahu lesmana seakan lebih berat dari biasanya. Ia pun melihat kedalam perahu, sontak Lesmana terkejut atas apa yang baru saja di lihatnya. Seorang wanita cantik berambut panjang dan berwarna pirang. Baru kali ini dia melihat wanita secantik itu. Dan wanita itu sedang tertidur pulas di atas perahu tuanya.

***

Negeri Greysha gempar akan berita hilangnya Rosmery. Ternyata mitos yang dipercaya tentang riwayat pohon Morta benar adanya. Hal ini terbukti dengan di temukannya gelang mutiara milik Rosmery di bawah pohon Morta. Sebagai putri tunggal dari raja Groce penguasa Greysha, berita ini menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru negeri Greysha. dan berita ini telah sampai ke telinga pangeran Denius, tunangan Rosmery.

” Apa yang terjadi pada tunanganku Ayahanda?” tanya Denius kepada ayahnya dengan nada khawatir dan cemas.

            “Putri Rosmery terkena kutukan dari dewi Ramor. tenanglah engkau wahai anakku, ayah yakin tunanganmu akan baik-baik saja”. Jawab ayah Denius. Tapi Denius yakin masalah yang menimpa Alvrunia yang di cintainya tidaklah ringan. Ia merasa Rosemery menghilang Sangat jauh darinya. Jauh, dan Sangat sulit untuk meraihnya.

***

            Lesmana mendekati sang wanita. Ingin ia membangunkan wanita tersebut. Tapi ia bingung apa yang harus di lakukannya. Alhasil Lesmana hanya berdiri dan menatap wanita itu tanpa melakukan apapun.

            Lama Lesmana menunggu, akhirnya sang wanita terbangun. Sontak sang wanita terkejut melihat sosok makhluk asing yang berdiri hanya beberapa meter darinya. Ia kembali menatap di sekelilingnya, akhirnya dia teringat karena lelah dia tertidur di benda aneh ini.

            ”Maaf mbak ini siapa ya?. Dengan perlahan Lesmana bertanya pada si wanita. “Apakah kamu penduduk di sini? Saya tidak pernah melihat anda sebelumnya”. Lesmana kembali bertanya dengan nada menyelidiki.

            “Saya Rosmery, saya berasal dari Greysha. Mungkin anda tidak mengetahui tepatnya dimana tempat itu. Tapi yang pasti Greysha tidak terlalu jauh dari sini. Maaf saya telah lancang tidur disini. Saya Sangat lelah. Sekali lagi maaf atas tidak kesopanan saya” jawab Rosmery dengan lembut. Awalnya Rosmery Sangat bingung dimana tepatnya ia berada. Namun ia baru tersadar bahwa ia berada jauh di atas dasar laut. Suatu tempat yang berpenghuni makhluk bernama manusia. Rosmery mengetahui hal itu karena sewaktu kecil neneknya pernah bercerita tentang kehidupan manusia. Hal ini di karenakan nenek moyang mereka dulunya bersahabat dengan manusia. Dan bahkan Rosmery sempat belajar bahasa manusia dari para guru di kerajaan. Karena pihak kerajaan khawatir sewaktu-waktu manusia dapat menghancurkan negeri Greysha. Mereka yakin dengan sifat manusia yang serakah bisa saja manusia memusnahkan kehidupan mereka yang aman dan tenteram ini.

            “Jadi bagaimana kamu bisa sampai disini”. Lesmana kembali bertanya pada Rosmery.

            ”Ceritanya panjang. Sangat sulit untuk saya ceritakan. Yang pasti saya akan tinggal di desa ini untuk beberapa waktu. Maukah kamu menolong saya ?” kali ini Rosmery memohon bantuan pada Lesmana.

            ”apa yang bisa saya bantu, Rosmery?”

            ” Saya tidak mempunyai tempat tinggal di sini, bolehkah saya tinggal di perahu kamu? Sebagai gantinya saya akan membantu kamu melaut. Saya sangat ahli dalam menangkap ikan. Kamu tenang saja, ini tidak akan lama karena teman saya akan datang menjemput. Saya sangat memohon pertolongan kamu.” pinta Rosmery dengan nada sedikit memelas.

            Awalnya Lesmana sempat ragu. Tapi ia tidak tega membiarkan Rosmery tidak mempunyai tempat tinggal. Terlebih ia tidak mempunyai sanak saudara di desa ini.

***

Waktu terus berjalan tanpa perlu di komando. Lesmana semakin dekat dengan Rosmery. Pertemanan mereka semakin erat. Rosmery sangat handal menangkap ikan. Setiap jala yang di tebarnya selalu penuh. Hal ini sangat menguntungkan Lesmana. Rezeki yang ia peroleh kian bertambah. Bahkan ia telah memiliki usaha sampingan selain sebagai nelayan. Lesmana membuat gubuk kecil dan sederhana buat Rosmery. Cincin permata yang di pinta oleh ayah Attifah telah mampu ia beli. Namun, karena selalu di samping Rosmery ia menjadi ragu akan perasaannya.

Suatu pagi hujan turun dengan deras. Lesmana dan Rosmery tidak bisa melaut. Mereka berteduh di gubuk sederhana Rosmery. Lesmana menatap mata Rosmery dengan dalam. Ia merasakan sesuatu hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bahkan bila ia berada di samping Attifah. Dengan perlahan di keluarkannya kotak kecil dari tas ranselnya.

”Ros, entah kapan awalnya aku merasakna sesuatu hal”. Lesmana berkata dengan pandangan kosong sambil tetap menggenggam kotak kecilnya.

”Rasa? Seperti apa?” Rosmery bertanya dengan sedikit bingung.

”Entahlah, aku merasa selalu ingin disampingmu, aku tidak ingin jauh darimu. Mungkin aku terlalu jahat karena aku telah memiliki Attifah. Namun, rasa ini sulit untuk ku tahan. Rasa yang tidak pernah muncul saat aku berada di samping Attifah”.

Perkataan Lesmana bagai petir bagi Rosmery. Ia teringat dengan kelopak bunga Morta yang bertuliskan bahwa ia harus membantu hubungan Lesmana dan Attifah. Hubungan yang akan hancur akibat ketamakan ayah Attifah. Dia yakin dewi Ramor menyuruhnya melakukan itu untuk menebus kesalahan sang dewi di masa lalu. Sebenarnya apa yang di rasakan Lesmana juga sama seperti apa yang di rasakan oleh Rosmery. Namun, bila perasaan itu saling bertautan, maka akan ada dua orang yang teluka. Attifah dan Denius, dan bahkan ia tidak dapat kembali ke negeri Greysha.

”Lesmana, ada satu hal yang belum aku ceritakan padamu. Kita berbeda Lesmana. Aku bukan manusia sepertimu. Aku adalah Alvrunia…” Rosmery menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Dari ia tertidur di bawah pohon Morta sampai ia berada di pesisir pantai. Dan yang paling penting tentang apa yang harus di lakukannya disini.

”Aku tidak peduli Rosmery, aku tidak peduli kamu berasal dari mana dan kamu Alvrunia atau makhluk apapun itu. Aku mencintai kamu Rosmery, aku ingin kamu menjadi istriku. Selalu di sisiku” Lesmana seakan tidak peduli dengan apa yang di ceritakan Rosmery. Yang ia tahu Rosmery adalah wanita yang ia cintai. Hanya itu. Di bukanya kotak kecil yang dari tadi ia genggam.

”Kali ini kamu cukup menjawab. Apakah kamu mau menerima cincin ini dan menikah denganku?”. Lesmana bertanya. Ada kelembutan dari sorot matanya.

Awalnya Rosmery sempat ragu. Namun, perasaannya merasuki hingga mengalahkan akal sehat. Dan akhirnya Rosmery mengulurkan tangannya ke arah Lesmana. Dengan tersenyum Lesmana memakaikan cincin permata ke jari manis Rosmery.

Apakah ini yang dinamakan cinta? Rosmery tidak pernah merasakan seperti ini apabila  ia berada di samping Denius. Keraguan yang sempat menghampirinya seketika sirna saat ia menatap senyuman Lesmana. Mungkin ia harus meninggalkan Greysha untuk selamanya.

Baru hanya beberapa saat mereka menggapai kebahagiaan, tiba-tiba saja cuaca di pesisir pantai berubah seketika. Angin berhembus kencang, petir menyapa langit yang gulita. Rosmery kembali merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Tubuh Rosmery berubah seringan kapas. Jiwanya seakan terpisah dari raga. Apakah ini bentuk kemarahan dari dewi Ramor??.

Tubuh Rosmery menjelma menjadi butiran-butiran bunga Morta dan terhembus angin. Perselingkuhan merubahnya menjadi kelopak bunga Morta beraromakan kebusukan.

****

Nyengir:D

Eaaa, biasanya hari senin nyiptain hawa2 horor. Dari muka’ kayak kuntilanak, bawa motor dgn kecepatan tuyul, n kadar emosi kyk genderowo. Tp senin ini bener2 good dah. Lop mondey eperideylah pokoknya. Gak berlaku ungkapan2 hate monday! untuk senin ini. Tau kenapa??? pasti gak tau. Mau tau kenapa? Pasti gak mau tau #Nepokjidat

YUI – Midnight Sun (Taiyō no Uta)

thanks a lot buat sohib aq yg uda kasih ni film. Sumpah keren! awalnya aq kirain yg gak bole kluar siang tuh cuma vampir doank n itu cuma fiktif, gak real. Ternyata di dunia nyata ada sindrom yg penderitanya gak bole kena cahaya matahari. Namanya: “Porphyria, sindrom XP, The Vampire Disease”. Kaoru, gadis berusia 16 tahun yang menderita kondisi kulit xeroderma pigmentosum (XP), penyakit yang menyebabkan radiasi ultraviolet membahayakan. Ketika subuh hingga matahari terbenam adalah jadwalnya untuk tidur, sebaliknya ketika malam menjelang Kaoru membuka mata dan mulai beraktifitas. Selama 16 thn hidupnya cukup suram, dia tidak bisa masuk sekolah n penghibur dalam kesendiriannya cm gitar. Pengen tau kelanjutannya?? Nton deh, di jamin banjir lokal ntarT.T